Postgresql 10.5 vs phpPgAdmin 5.0

Karena ada sesuatu yang harus di’intip’ di server db yang menggunakan postgresql 10.5, dipasanglah phppgadmin via yum (di centos 6.9 hanya tersedia phppgadmin versi 5.0) dan karena memang phppgadmin ini sudah berhenti pengembangannya.

Selesai ‘yum install phpPgAdmin’ lanjut dengan konfigurasi ‘nano /etc/httpd/conf.d/phpPgAdmin.conf’ sesuaikan baris ‘Allow from 127.0.0.1 192.168.20.0/24’ agar hanya diakses dari ip lokal, ketika dipanggil browser ‘http://ipserverdb/phpPgAdmin’ koq nongol begini :

“Version of PostgreSQL not supported. Please upgrade to version or later.”

dicoba ‘yum upgrade’, ‘yum upgrade phpPgAdmin’, ‘yum update phpPgAdmin’…tetap nihil…

setelah browsing kesana-sini, ketemu nya disini :

https://stackoverflow.com/questions/46794672/installing-phppgadmin-5-1-on-ubuntu-16-04-with-postgresql-10-not-supported

edit file ‘nano /usr/share/phpPgAdmin/classes/database/Connection.php’ cari baris “case ‘7.4’: return ‘Postgres74’; break;” lalu tambahkan baris ini dibawahnya : “default: return ‘Postgres’; break;”…simpan file, restart httpd..dan buka kembali ‘http://ipserverdb/phpPgAdmin’…dan…taraaaaa!..phpPgAdmin bisa masuk ke db.

selamat mencoba…DWYOR!

Sesuai janji saya di tuts Persiapan Implementasi SPSE 4.3 (Upgrade Database ke Postgresql 10) untuk menuliskan tuts upgrade httpd 2.2 ke 2.4 terutama pada OS Centos 6.9 x64.

Persiapan awal, dengan data teknis saat ini sebagai berikut :
a. OS = Centos 6.9 x64
b. Database = Postgresql 10 (sudah diupgrade dari 9.5)
c. Web = Apache 2.2

Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :
1. Cek httpd yang running/terinstal saat ini :
[root@localhost ~]# rpm -qa | grep httpd
httpd-2.2.15-69.el6.centos.x86_64
httpd-devel-2.2.15-69.el6.centos.x86_64
httpd-tools-2.2.15-69.el6.centos.x86_64
2. Matikan service httpd 2.2 :
service httpd stop
chkconfig httpd off
3. Backup konfigurasi httpd 2.2 yang saat ini :
cp -a /etc/httpd /etc/httpd.bak
4. Ubah konfigurasi yum.conf agar membersihkan sisa-sisa dependencies yang tidak digunakan
nano /etc/yum.conf, tambahkan baris “clean_requirements_on_remove=1″

Pada proses upgrade ini saya menggunakan repository dari Software Collections (SCL).

5. Hapus httpd 2.2, instal scl repo dan httpd 2.4 :
yum remove httpd
yum install centos-release-scl
yum –disablerepo=”*” –enablerepo=”centos-sclo-rh” list available httpd24\*
yum –enablerepo=centos-sclo-rh -y install httpd24

All configuration files will be located in /opt/rh/httpd24/root/etc/httpd/

6. Aktifkan httpd 2.4, dan cek versi saat ini :
scl enable httpd24 bash
which httpd
httpd -V

7. Salin konfigurasi spse dari httpd 2.2 ke 2.4
nano /opt/rh/httpd24/root/etc/httpd/conf.d/spse.conf
copy – paste baris yang dimulai dari :

— awal baris
Alias /file_latihan /home/file/file_latihan
Alias /file_prod /home/file/file_prod

#SecRule RESPONSE_STATUS “@streq 408” “phase:5,t:none,nolog,pass,setvar:ip.slow_dos_counter=+1,expirevar:ip.slow_dos_counter=60”
#SecRule IP:SLOW_DOS_COUNTER “@gt 25” “phase:1,t:none,log,drop,msg:’Client Connection Dropped due to high # of slow DoS alerts'”
— akhir baris

7. Jalankan service otomatis ketika boot :
chkconfig httpd24-httpd on
service httpd24-httpd start

Selamat Mencoba..DWYOR

(https://stackoverflow.com/questions/9545450/upgrade-apache-2-2-2-4, https://community.rackspace.com/general/f/general-discussion-forum/8013/upgrading-apache-2-2-to-2-4-in-rhel-6-7-and-centos-6-7, https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-set-up-and-use-yum-repositories-on-a-centos-6-vps)

Penyesuaian dengan terbitnya Perpres No.16 Tahun 2018, maka diperlukan upgrade SPSE ke versi 4.3 yang minimal requirementnya adalah database menggunakan Postgresql 10, lalu bagaimana agar Postgresql < 10 pada SPSE yang sudah running sebelumnya agar bisa diupgrade ke 10 tanpa harus melakukan instal ulang terhadap OS dan aplikasi yang sudah terpasang?

Kondisi teknis yang berjalan saat ini :
a. OS = Centos 6.9 x64
b. Database = Postgresql 9.5
c. Web = Apache 2.2

Sebelum mengikuti langkah dibawah ini, harap melakukan full backup db untuk antisipasi kesalahan perintah dan mengakibatkan database rusak/hilang.

Pada tuts kali ini saya akan melakukan upgrade postgresql, dengan langkah sebagai berikut :

1. cek paket pgdg yang digunakan system :
[root@localhost ~]# yum update
[root@localhost ~]# rpm -qa | grep pgdg
pgdg-centos95-9.5-4.noarch
2. remove pgdg :
[root@localhost ~]# yum remove pgdg-centos95-9.5-4.noarch
3. check paket postgresql yang terinstal saat ini :
[root@localhost ~]# rpm -qa | grep postgresql
postgresql95-devel-9.5.4-1PGDG.rhel6.x86_64
postgresql95-libs-9.5.4-1PGDG.rhel6.x86_64
postgresql95-contrib-9.5.4-1PGDG.rhel6.x86_64
postgresql95-server-9.5.4-1PGDG.rhel6.x86_64
postgresql95-9.5.4-1PGDG.rhel6.x86_64
4. unduh dan instal pgdg untuk postgresql 10 :
[root@localhost ~]# yum install https://download.postgresql.org/pub/repos/yum/10/redhat/rhel-6-x86_64/pgdg-centos10-10-2.noarch.rpm
5. lanjutkan dengan instalasi postgresql 10 (server, client, libs, devel, contrib) :
[root@localhost ~]# yum install postgresql10-server postgresql10 postgresql10-contrib postgresql95-libs postgresql95-devel
6. inisialisai dan konfigurasi auto start on boot postgresql 10 :
[root@localhost ~]# service postgresql-10 initdb
[root@localhost ~]# chkconfig postgresql-10 on
[root@localhost ~]# service postgresql-10 start

sampai langkah ini, maka ada 2 postgresql yang terinstal pada system, yaitu versi 9.5 dan 10, langkah selanjutnya adalah migrasi konfigurasi, db dan mematikan service postgresql 9.5.

7. cek pg_hba.conf pada postgresql 9.5 :
[root@localhost ~]# nano /var/lib/pgsql/9.5/data/pg_hba.conf
dan sesuaikan baris local dari : “local all all trust” menjadi : “local all all peer”
8. restart service postgresql 9.5 :
[root@localhost ~]# service postgresql-9.5 restart
9. login sebagai postgres :
[root@localhost ~]# su – postgres
[root@localhost ~]# cd ~
10. jalankan perintah check migrasi db :
-bash-4.1$ /usr/pgsql-10/bin/pg_upgrade
–old-bindir=/usr/pgsql-9.5/bin/
–new-bindir=/usr/pgsql-10/bin/
–old-datadir=/var/lib/pgsql/9.5/data/
–new-datadir=/var/lib/pgsql/10/data/
–check

status pengecekan kompatibilitas antar versi postgresql

-bash-4.1$ exit
11. stop service postgresql 9.5 :
[root@localhost ~]# service postgresql-9.5 stop
12. jalankan migrasi db :
[root@localhost ~]# su – postgres
[root@localhost ~]# cd ~
-bash-4.1$ /usr/pgsql-10/bin/pg_upgrade
–old-bindir=/usr/pgsql-9.5/bin/
–new-bindir=/usr/pgsql-10/bin/
–old-datadir=/var/lib/pgsql/9.5/data/
–new-datadir=/var/lib/pgsql/10/data/

tunggu sampai proses migrasi selesai dijalankan

-bash-4.1$ exit
12. jalankan service postgresql 10 :
[root@localhost ~]# service postgresql-10 start
13. jalankan skrip analisa new cluster dan hapus db lama dari postgresql 9.5 :
[root@localhost ~]# su – postgres
-bash-4.1$ ./analyze_new_cluster.sh
-bash-4.1$ ./delete_old_cluster.sh
-bash-4.1$ psql –version
psql (PostgreSQL) 10.5

Sampai sini proses upgrade dan migrasi Postgresql 9.5 ke Postgresql 10 sudah selesai, untuk upgrade httpd/apache 2.2 ke 2.4 akan disajikan pada tuts terpisah.

Selamat mencoba…DWYOR

(https://www.youtube.com/watch?v=e6kOnUIZbDs, https://tecadmin.net/install-postgresql-server-centos/)

Admin linux minimal harus tau siapa? menjalankan perintah apa? dan kapan? pada server linux nya? dan kebanyakan juga belum tau bagaimana caranya memeriksa history cli, termasuk ‘aldy’…he he he

Oke, let’s start :
1. perintah pertama adalah :

root@localhost ~]# history (enter)

akan menampilkan perintah yang pernah dijalankan oleh user root, diurutkan berdasar nomor urut. perintah ini bisa ditambahkan ‘| more’ atau ‘less’ :

root@localhost ~]# history | more

root@localhost ~]# less /root/.bash_history

atau bila dikehendaki juga untuk memeriksa command yang dijalankan oleh user lainnya :

root@localhost ~]# less /home/nama_user/.bash_history

2. untuk menampilkan juga tanggal dan jam waktu perintah tersebut dijalankan :

root@localhost ~]# HISTTIMEFORMAT=”%y/%m/%d %T ” (enter)

atau

echo ‘export HISTTIMEFORMAT=”%y/%m/%d %T “‘ >> ~/.bashrc

maka ketika ‘history’ dipanggil ulang akan muncul lengkap dengan tanggal dan jam nya :

1009 18/04/16 19:05:02 less /root/.bash_history
1010 18/04/16 19:05:12 history
1011 18/04/16 19:05:29 history | more

oke, selamat berburu history command yang dijalankan oleh user di sistem linux anda, dan DWYOR ya!

(https://servernesia.com/2321/melihat-riwayat-perintah-linux/)
(https://servernesia.com/2684/menambahkan-waktu-riwayat-perintah-shell/)

Sudah terlanjur meng-create mesin vm di virtualbox, dan ingin me-migrasi mesin vm yang sudah dibuat di virtualbox agar bisa juga dijalankan di proxmox?

Persiapan awal :
1. nyalakan guest os windows xp nya dan eksekusi file Mergeide.zip yang sudah di extract dan lakukan merger registry.
2. yakinkan file : Atapi.sys, Intelide.sys, Pciide.sys, and Pciidex.sys tersedia difolder %SystemRoot%\System32\Drivers. bila ada yang hilang, silakan extract dari %SystemRoot%\Driver Cache\I386\Driver.cab.
3. shutdown windows vm.
4. bila file guest os windows nya ber format .vdi, agar file diconvert ke format .ova silakan menggunakan menu ‘file-export appliance’ pada virtualbox dan pilih ‘open virtual format 1.0’.

Lanjutkan dengan langkah berikut ini :
1. scp file .ova dari virtualbox kedalam /root/ nya proxmox.
2. buka koneksi ssh atau bisa juga gunakan shell proxmox nya, extract file .ova tersebut, misal nama filenya Integrasi.ova yang merupakan vm dari virtualbox yang berisi windows xp :

root@proxmox5:~# tar -xvf Integrasi.ova
Integrasi.ovf
Integrasi-disk001.vmdk

3. cek besaran hdd dari vm dari virtualbox nya dengan :

root@proxmox5:~# qemu-img info Integrasi-disk001.vmdk
image: Integrasi-disk001.vmdk
file format: vmdk
virtual size: 30G (32212254720 bytes)
disk size: 1.9G
cluster_size: 65536
Format specific information:
cid: 250280771
parent cid: 4294967295
create type: streamOptimized
extents:
[0]:
compressed: true
virtual size: 32212254720
filename: Integrasi-disk001.vmdk
cluster size: 65536
format:
root@proxmox5:~#

4. buatlah vm windows xp pada proxmox dengan besaran hdd (.qcow2) sama atau lebih besar dari size hdd ‘virtual size: 30G (32212254720 bytes)’, pada contoh ini saya membuat dengan vmid 701, lalu hapus hdd vm 701 nya dengan :

root@proxmox5:~# rm /var/lib/vz/images/701/vm-701-disk-1.qcow2

5. convert .vmdk ke .qcow2 untuk menggantikan hdd yang dihapus pada langkah no.4

root@proxmox5:~# qemu-img convert -f vmdk Integrasi-disk001.vmdk -O qcow2 /var/lib/vz/images/701/vm-701-disk-1.qcow2

6. start/boot vm 701 proxmox & cek console apakah windows xp hasil convert di proxmox berjalan dengan baik.

selamat mencoba..DWYOR!

(https://pbxinaflash.com/community/threads/virtualbox-to-proxmox.21817/)
(https://pve.proxmox.com/wiki/Migration_of_servers_to_Proxmox_VE#Enable_IDE)

Drop SSH Brute Force di Mikrotik

Skrip pesanan ‘Aldy’, untuk mendeteksi usaha bruteforce ssh di port 22, silakan disesuaikan bila port yang akan dideteksi bukan di port default nya.

Alur skrip :

  1. stage1 mendaftarkan ip sumber ke dalam address-list selama 1 menit.
  2. apabila dalam 1 menit di stage1 ada usaha login berikut nya lagi, masukan di address-list stage2 dan :
  3. usaha login ssh yang ketiga kali maka source address ybs akan dimasukan blacklist ip dengan rentang drop  selama 1 minggu + 3 hari.

selamat mencoba, DWYOR!

 

 

Agregasi Data Penyedia (ADP) untuk rekanan baru pada spse v3.6sp5 sedikit berbeda dari spse versi sebelumnya, karena bila rekanan ybs login di spse v4.2 nya tidak muncul tombol aktivasi.

Berikut langkah untuk melakukan aktivasi ADP rekanan baru :
1. silakan login ke v3.6sp5 nya dan akan muncul pertanyaan ‘lakukan aktivasi agregasi inaproc atau lanjutkan?’.
2. akan muncul halaman konfirmasi seperti berikut :

pada contoh ini, diberitahukan bahwa user id KARYA(spasi)BERSAMA sudah digunakan oleh penyedia lain pada sistem agregasi inaproc, dan harap diganti dengan user id yang lain. Ini ibarat kita membuat alamat email pada gmail, ketika user mail ybs sudah digunakan oleh orang lain, maka kita tidak dapat lagi menggunakan user mail ybs.
3. Isi user id pengganti pada kolom user id baru, pilih user id yang unik dan belum digunakan oleh rekanan lain pada sistem agregasi inaproc.
4. Klik tombol ‘lakukan aktivasi’ dan akan tampil sebagai berikut :

user id baru dan tanggal jam aktivasi agregasi inaproc muncul.

User id baru tersebut sudah dapat digunakan untuk login di LPSE asal dan digunakn login diseluruh LPSE.

Selamat Mencoba!

Lagi asyik belajar ngoprek ‘docker’ di vm…loh koq waktu ‘yum/apt-get update’ nongol pesan ‘insufficient disk space’..dan cek ke ‘df -h’, ternyata hdd root ‘/’ nya udah 99%….waduh!

Daripada harus install ulang VM, lebih baik belajar resize hdd nya aja ya?..yuk ah kita mulai :

1. anggaplah posisi awal hdd pada /dev/sda sebagai berikut :

/dev/sda1 8.0GB dan kapasitas terpakai 44%, ini partisi yang akan kita resize menjadi 33.4GB dari total hdd Disk /dev/sda: 34.4GB dan untuk swap 1.0GB

2. shutdown VM dan lakukan ‘resize disk’ dibagian ‘hardware’ nya VM :

nyalakan ulang VM dan masuk ke console nya.

3. langkah dibawah ini untuk menghapus partisi swap, karena menghalangi sector /dev/sda1 ketika di resize :

root@docker-ce:~# parted /dev/sda
GNU Parted 3.2
Using /dev/sda
Welcome to GNU Parted! Type ‘help’ to view a list of commands.
(parted) print
Model: QEMU QEMU HARDDISK (scsi)
Disk /dev/sda: 34.4GB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: msdos
Disk Flags:

Number Start End Size Type File system Flags
1 1049kB 8053MB 8052MB primary ext4 boot
2 8054MB 8589MB 535MB extended
5 8054MB 8589MB 535MB logical linux-swap(v1)

(parted) rm 5
Warning: Partition /dev/sda5 is being used. Are you sure you want to continue?
Yes/No? Yes
Error: Partition(s) 5 on /dev/sda have been written, but we have been unable to
inform the kernel of the change, probably because it/they are in use. As a
result, the old partition(s) will remain in use. You should reboot now before
making further changes.
Ignore/Cancel? I
(parted) rm 2
Error: Partition(s) 5 on /dev/sda have been written, but we have been unable to
inform the kernel of the change, probably because it/they are in use. As a
result, the old partition(s) will remain in use. You should reboot now before
making further changes.
Ignore/Cancel? I

4. lanjutkan dengan resize partisi /dev/sda1 :

(parted) resizepart /dev/sda1
Error: Expecting a partition number.
(parted) resizepart 1
Warning: Partition /dev/sda1 is being used. Are you sure you want to continue?
Yes/No? Yes
End? [8053MB]? 33.4GB

partisi /dev/sda1 kita ubah menjadi 33.4GB dan menyisakan 1.0GB untuk swap.

5. langkah dibawah ini untuk melakukan create ulang swap partisi yang tadinya dihapus :

(parted) mkpart primary linux-swap 33.4GB 34.4GB

6. karena ubuntu menggunakan UUID dan kode nya tidak akan sama lagi akibat resize dan swap yang dihapus pada langkah no.3, maka sesuaikan aja isi /etc/fstab :
nano /etc/fstab

/dev/sda1 / ext4 errors=remount-ro 0 1
/dev/sda2 none swap sw 0 0

reboot vm nya agar dibaca konfigurasi fstab yang baru…

7. langkah terakhir adalah mengenalkan hdd size /dev/sda1 yang baru ke sistem :

root@docker-ce:~# resize2fs /dev/sda1

cek hasil resize pada /dev/sda1 apakah sudah bertambah kapasitas nya?

root@docker-ce:~# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on

/dev/sda1 31G 3.0G 27G 11% /

untuk meyakinkan hasil resize hdd bisa berjalan dengan baik…reboot vm nya…

selamat mencoba!.. D.W.Y.O.R bro!

referensi sumber :

8 Linux ‘Parted’ Commands to Create, Resize and Rescue Disk Partitions


https://linuxadmin.io/using-parted-create-new-swap-disk/
https://askubuntu.com/questions/24027/how-can-i-resize-an-ext-root-partition-at-runtime

Melanjutkan lagi catatan Belajar Docker (Bagian2 – Docker Compose), kali ini saya akan contohkan penerapan docker-compose untuk penggunaan sehari2, misal : bisakah docker diinstallkan server XAMPP / LAMPP (Linux Apache2 PHP Perl)..?

Berikut langkah-langkah nya :
1. login sebagai root ke terminal linux, sudo su – root
2. mkdir /docker/xampp
3. cd /docker/xampp dan
4. nano docker-compose.yml
— awal file yml —
web:
image: tutum/apache-php
# restart: always
environment:
– ALLOW_OVERRIDE=true
ports:
– “80:80”
links:
– db
volumes:
– ./html:/app

db:
image: mariadb
# restart: always
volumes:
– ./mysql:/var/lib/mysql
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: kadaingat
MYSQL_DATABASE= belajar-xampp
MYSQL_USER: belajar-xampp
MYSQL_PASSWORD: kadaingatjua
# ports:
# – “8889:3306”

phpmyadmin:
image: phpmyadmin/phpmyadmin
# restart: always
links:
– db
ports:
– 81:80
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: kadaingat
— akhir file yml —

5. ujicoba jalankan docker-compose nya :
root@docker-ce:/docker/xampp# docker-compose up

bila tampil sebagai berikut :
………………………………
Creating xampp_db_1 … done
Creating xampp_db_1 …
Creating xampp_web_1 … done
Creating xampp_phpmyadmin_1 …
Creating xampp_phpmyadmin_1 … done
Attaching to xampp_db_1, xampp_web_1, xampp_phpmyadmin_1
………………………………

maka proses instalasi dan menjalankan xampp didalam docker sudah berhasil, buka browser dan cek apakah apache (port 80)dan phpmyadmin (port 81) sudah bisa diakses?
gunakan ‘ctrl+c’ untuk menghentikan docker-compose up

6. ada 2 folder yang baru dicreate oleh docker-compose yaitu folder html, letakan file html aplikasi anda disini dan folder mysql yang akan diisi dengan db app ybs.
7. untuk menjalankan container secara otomatis ketika server boot, hilangkan tanda # pada ‘restart: always’ dan ‘ports: – “8889:3306″‘ (bila menghendaki mysql dapat diakses remote) di file docker-compose.yml
8. untuk mengujicoba koneksi app ke database mysql, buatlah file db-connect-test.php :
— awal file —


— akhir file —

9. info mengenai modul php dapat dilakukan dengan file skrip phpinfo.php :
— awal file —


— akhir file —

10. terakhir, jalankan container dalam mode ‘daemon’ : docker-compose up -d

ternyata mudah sekali kan om guntur?

selamat mencoba..!

Tulisan lanjutan dari Belajar Docker (Bagian1 – Instalasi). Setelah melakukan instalasi docker engine atau core docker, langkah selanjutnya kita akan melakukan instalasi docker compose, apa itu docker compose ?

Docker compose berfungsi untuk menjalankan container docker secara bersamaan.

docker compose ini sangat berguna ketika aplikasi kita terpisah – pisah pada komputer yang berbeda, contohnya adalah aplikasi yang dibuat berada pada 1 container sedangkan database yang akan digunakan oleh aplikasi tersebut berada pada container yang lain. Ketika menggunakan docker compose maka kita dapat menjalankan kedua container tersebut secara bersamaan dan bahkan kita dapat melakukan link ke container yang kita inginkan.

Langkah instalasi docker-compose :
1. sudo su – root
2. curl -L https://github.com/docker/compose/releases/download/1.19.0/docker-compose-`uname -s`-`uname -m` -o /usr/local/bin/docker-compose
3. chmod +x /usr/local/bin/docker-compose
4. chmod -R 777 /usr/local/bin/docker-compose
5. docker-compose -version, akan muncul :
docker-compose version 1.19.0, build 9e633ef
sampai sini docker-compose sudah siap digunakan.

Berikut contoh penggunaan docker-compose untuk installasi NGINX :

1. buat folder /docker/nginx dan cd /docker/nginx
2. nano docker-compose.yml :
— awal file —
 web:
  ports:
   - “8080:80”
  volumes:
  - ./www:/usr/share/nginx/html:rw
— akhir file —
3. jalankan file compose : docker-compose up -d
4. cek service yang dijalankan : docker-compose ps
5. akses ke laman web nginx menggunakan browser http:/ip_server_docker:8080/
6. letakan isi laman web pada folder /docker/nginx/www/

mudah sekali bukan?

perintah detail lain nya untuk docker maupun docker-compose dapat dilihat dengan menambahkan –help dibelakang command yang ingin diketahui, misal : docker –help atau docker-compose –help atau docker-compose up –help

selamat mencoba!

sumber :
https://rizkimufrizal.github.io/belajar-docker/
http://www.drupalindonesia.com/article/tutorial/konfigurasi-dasar-docker-sebagai-development-environment-untuk-drupal
http://www.dimasrio.com/2017/03/cara-menggunakan-docker-compose.html