Admin linux minimal harus tau siapa? menjalankan perintah apa? dan kapan? pada server linux nya? dan kebanyakan juga belum tau bagaimana caranya memeriksa history cli, termasuk ‘aldy’…he he he

Oke, let’s start :
1. perintah pertama adalah :

root@localhost ~]# history (enter)

akan menampilkan perintah yang pernah dijalankan oleh user root, diurutkan berdasar nomor urut. perintah ini bisa ditambahkan ‘| more’ atau ‘less’ :

root@localhost ~]# history | more

root@localhost ~]# less /root/.bash_history

atau bila dikehendaki juga untuk memeriksa command yang dijalankan oleh user lainnya :

root@localhost ~]# less /home/nama_user/.bash_history

2. untuk menampilkan juga tanggal dan jam waktu perintah tersebut dijalankan :

root@localhost ~]# HISTTIMEFORMAT=”%y/%m/%d %T ” (enter)

atau

echo ‘export HISTTIMEFORMAT=”%y/%m/%d %T “‘ >> ~/.bashrc

maka ketika ‘history’ dipanggil ulang akan muncul lengkap dengan tanggal dan jam nya :

1009 18/04/16 19:05:02 less /root/.bash_history
1010 18/04/16 19:05:12 history
1011 18/04/16 19:05:29 history | more

oke, selamat berburu history command yang dijalankan oleh user di sistem linux anda, dan DWYOR ya!

(https://servernesia.com/2321/melihat-riwayat-perintah-linux/)
(https://servernesia.com/2684/menambahkan-waktu-riwayat-perintah-shell/)

Sudah terlanjur meng-create mesin vm di virtualbox, dan ingin me-migrasi mesin vm yang sudah dibuat di virtualbox agar bisa juga dijalankan di proxmox?

Persiapan awal :
1. nyalakan guest os windows xp nya dan eksekusi file Mergeide.zip yang sudah di extract dan lakukan merger registry.
2. yakinkan file : Atapi.sys, Intelide.sys, Pciide.sys, and Pciidex.sys tersedia difolder %SystemRoot%\System32\Drivers. bila ada yang hilang, silakan extract dari %SystemRoot%\Driver Cache\I386\Driver.cab.
3. shutdown windows vm.
4. bila file guest os windows nya ber format .vdi, agar file diconvert ke format .ova silakan menggunakan menu ‘file-export appliance’ pada virtualbox dan pilih ‘open virtual format 1.0’.

Lanjutkan dengan langkah berikut ini :
1. scp file .ova dari virtualbox kedalam /root/ nya proxmox.
2. buka koneksi ssh atau bisa juga gunakan shell proxmox nya, extract file .ova tersebut, misal nama filenya Integrasi.ova yang merupakan vm dari virtualbox yang berisi windows xp :

root@proxmox5:~# tar -xvf Integrasi.ova
Integrasi.ovf
Integrasi-disk001.vmdk

3. cek besaran hdd dari vm dari virtualbox nya dengan :

root@proxmox5:~# qemu-img info Integrasi-disk001.vmdk
image: Integrasi-disk001.vmdk
file format: vmdk
virtual size: 30G (32212254720 bytes)
disk size: 1.9G
cluster_size: 65536
Format specific information:
cid: 250280771
parent cid: 4294967295
create type: streamOptimized
extents:
[0]:
compressed: true
virtual size: 32212254720
filename: Integrasi-disk001.vmdk
cluster size: 65536
format:
root@proxmox5:~#

4. buatlah vm windows xp pada proxmox dengan besaran hdd (.qcow2) sama atau lebih besar dari size hdd ‘virtual size: 30G (32212254720 bytes)’, pada contoh ini saya membuat dengan vmid 701, lalu hapus hdd vm 701 nya dengan :

root@proxmox5:~# rm /var/lib/vz/images/701/vm-701-disk-1.qcow2

5. convert .vmdk ke .qcow2 untuk menggantikan hdd yang dihapus pada langkah no.4

root@proxmox5:~# qemu-img convert -f vmdk Integrasi-disk001.vmdk -O qcow2 /var/lib/vz/images/701/vm-701-disk-1.qcow2

6. start/boot vm 701 proxmox & cek console apakah windows xp hasil convert di proxmox berjalan dengan baik.

selamat mencoba..DWYOR!

(https://pbxinaflash.com/community/threads/virtualbox-to-proxmox.21817/)
(https://pve.proxmox.com/wiki/Migration_of_servers_to_Proxmox_VE#Enable_IDE)

Drop SSH Brute Force di Mikrotik

Skrip pesanan ‘Aldy’, untuk mendeteksi usaha bruteforce ssh di port 22, silakan disesuaikan bila port yang akan dideteksi bukan di port default nya.

Alur skrip :

  1. stage1 mendaftarkan ip sumber ke dalam address-list selama 1 menit.
  2. apabila dalam 1 menit di stage1 ada usaha login berikut nya lagi, masukan di address-list stage2 dan :
  3. usaha login ssh yang ketiga kali maka source address ybs akan dimasukan blacklist ip dengan rentang drop  selama 1 minggu + 3 hari.

selamat mencoba, DWYOR!

 

 

Agregasi Data Penyedia (ADP) untuk rekanan baru pada spse v3.6sp5 sedikit berbeda dari spse versi sebelumnya, karena bila rekanan ybs login di spse v4.2 nya tidak muncul tombol aktivasi.

Berikut langkah untuk melakukan aktivasi ADP rekanan baru :
1. silakan login ke v3.6sp5 nya dan akan muncul pertanyaan ‘lakukan aktivasi agregasi inaproc atau lanjutkan?’.
2. akan muncul halaman konfirmasi seperti berikut :

pada contoh ini, diberitahukan bahwa user id KARYA(spasi)BERSAMA sudah digunakan oleh penyedia lain pada sistem agregasi inaproc, dan harap diganti dengan user id yang lain. Ini ibarat kita membuat alamat email pada gmail, ketika user mail ybs sudah digunakan oleh orang lain, maka kita tidak dapat lagi menggunakan user mail ybs.
3. Isi user id pengganti pada kolom user id baru, pilih user id yang unik dan belum digunakan oleh rekanan lain pada sistem agregasi inaproc.
4. Klik tombol ‘lakukan aktivasi’ dan akan tampil sebagai berikut :

user id baru dan tanggal jam aktivasi agregasi inaproc muncul.

User id baru tersebut sudah dapat digunakan untuk login di LPSE asal dan digunakn login diseluruh LPSE.

Selamat Mencoba!

Lagi asyik belajar ngoprek ‘docker’ di vm…loh koq waktu ‘yum/apt-get update’ nongol pesan ‘insufficient disk space’..dan cek ke ‘df -h’, ternyata hdd root ‘/’ nya udah 99%….waduh!

Daripada harus install ulang VM, lebih baik belajar resize hdd nya aja ya?..yuk ah kita mulai :

1. anggaplah posisi awal hdd pada /dev/sda sebagai berikut :

/dev/sda1 8.0GB dan kapasitas terpakai 44%, ini partisi yang akan kita resize menjadi 33.4GB dari total hdd Disk /dev/sda: 34.4GB dan untuk swap 1.0GB

2. shutdown VM dan lakukan ‘resize disk’ dibagian ‘hardware’ nya VM :

nyalakan ulang VM dan masuk ke console nya.

3. langkah dibawah ini untuk menghapus partisi swap, karena menghalangi sector /dev/sda1 ketika di resize :

root@docker-ce:~# parted /dev/sda
GNU Parted 3.2
Using /dev/sda
Welcome to GNU Parted! Type ‘help’ to view a list of commands.
(parted) print
Model: QEMU QEMU HARDDISK (scsi)
Disk /dev/sda: 34.4GB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: msdos
Disk Flags:

Number Start End Size Type File system Flags
1 1049kB 8053MB 8052MB primary ext4 boot
2 8054MB 8589MB 535MB extended
5 8054MB 8589MB 535MB logical linux-swap(v1)

(parted) rm 5
Warning: Partition /dev/sda5 is being used. Are you sure you want to continue?
Yes/No? Yes
Error: Partition(s) 5 on /dev/sda have been written, but we have been unable to
inform the kernel of the change, probably because it/they are in use. As a
result, the old partition(s) will remain in use. You should reboot now before
making further changes.
Ignore/Cancel? I
(parted) rm 2
Error: Partition(s) 5 on /dev/sda have been written, but we have been unable to
inform the kernel of the change, probably because it/they are in use. As a
result, the old partition(s) will remain in use. You should reboot now before
making further changes.
Ignore/Cancel? I

4. lanjutkan dengan resize partisi /dev/sda1 :

(parted) resizepart /dev/sda1
Error: Expecting a partition number.
(parted) resizepart 1
Warning: Partition /dev/sda1 is being used. Are you sure you want to continue?
Yes/No? Yes
End? [8053MB]? 33.4GB

partisi /dev/sda1 kita ubah menjadi 33.4GB dan menyisakan 1.0GB untuk swap.

5. langkah dibawah ini untuk melakukan create ulang swap partisi yang tadinya dihapus :

(parted) mkpart primary linux-swap 33.4GB 34.4GB

6. karena ubuntu menggunakan UUID dan kode nya tidak akan sama lagi akibat resize dan swap yang dihapus pada langkah no.3, maka sesuaikan aja isi /etc/fstab :
nano /etc/fstab

/dev/sda1 / ext4 errors=remount-ro 0 1
/dev/sda2 none swap sw 0 0

reboot vm nya agar dibaca konfigurasi fstab yang baru…

7. langkah terakhir adalah mengenalkan hdd size /dev/sda1 yang baru ke sistem :

root@docker-ce:~# resize2fs /dev/sda1

cek hasil resize pada /dev/sda1 apakah sudah bertambah kapasitas nya?

root@docker-ce:~# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on

/dev/sda1 31G 3.0G 27G 11% /

untuk meyakinkan hasil resize hdd bisa berjalan dengan baik…reboot vm nya…

selamat mencoba!.. D.W.Y.O.R bro!

referensi sumber :

8 Linux ‘Parted’ Commands to Create, Resize and Rescue Disk Partitions


https://linuxadmin.io/using-parted-create-new-swap-disk/
https://askubuntu.com/questions/24027/how-can-i-resize-an-ext-root-partition-at-runtime

Melanjutkan lagi catatan Belajar Docker (Bagian2 – Docker Compose), kali ini saya akan contohkan penerapan docker-compose untuk penggunaan sehari2, misal : bisakah docker diinstallkan server XAMPP / LAMPP (Linux Apache2 PHP Perl)..?

Berikut langkah-langkah nya :
1. login sebagai root ke terminal linux, sudo su – root
2. mkdir /docker/xampp
3. cd /docker/xampp dan
4. nano docker-compose.yml
— awal file yml —
web:
image: tutum/apache-php
# restart: always
environment:
– ALLOW_OVERRIDE=true
ports:
– “80:80”
links:
– db
volumes:
– ./html:/app

db:
image: mariadb
# restart: always
volumes:
– ./mysql:/var/lib/mysql
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: kadaingat
MYSQL_DATABASE= belajar-xampp
MYSQL_USER: belajar-xampp
MYSQL_PASSWORD: kadaingatjua
# ports:
# – “8889:3306”

phpmyadmin:
image: phpmyadmin/phpmyadmin
# restart: always
links:
– db
ports:
– 81:80
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: kadaingat
— akhir file yml —

5. ujicoba jalankan docker-compose nya :
root@docker-ce:/docker/xampp# docker-compose up

bila tampil sebagai berikut :
………………………………
Creating xampp_db_1 … done
Creating xampp_db_1 …
Creating xampp_web_1 … done
Creating xampp_phpmyadmin_1 …
Creating xampp_phpmyadmin_1 … done
Attaching to xampp_db_1, xampp_web_1, xampp_phpmyadmin_1
………………………………

maka proses instalasi dan menjalankan xampp didalam docker sudah berhasil, buka browser dan cek apakah apache (port 80)dan phpmyadmin (port 81) sudah bisa diakses?
gunakan ‘ctrl+c’ untuk menghentikan docker-compose up

6. ada 2 folder yang baru dicreate oleh docker-compose yaitu folder html, letakan file html aplikasi anda disini dan folder mysql yang akan diisi dengan db app ybs.
7. untuk menjalankan container secara otomatis ketika server boot, hilangkan tanda # pada ‘restart: always’ dan ‘ports: – “8889:3306″‘ (bila menghendaki mysql dapat diakses remote) di file docker-compose.yml
8. untuk mengujicoba koneksi app ke database mysql, buatlah file db-connect-test.php :
— awal file —


— akhir file —

9. info mengenai modul php dapat dilakukan dengan file skrip phpinfo.php :
— awal file —


— akhir file —

10. terakhir, jalankan container dalam mode ‘daemon’ : docker-compose up -d

ternyata mudah sekali kan om guntur?

selamat mencoba..!

Tulisan lanjutan dari Belajar Docker (Bagian1 – Instalasi). Setelah melakukan instalasi docker engine atau core docker, langkah selanjutnya kita akan melakukan instalasi docker compose, apa itu docker compose ?

Docker compose berfungsi untuk menjalankan container docker secara bersamaan.

docker compose ini sangat berguna ketika aplikasi kita terpisah – pisah pada komputer yang berbeda, contohnya adalah aplikasi yang dibuat berada pada 1 container sedangkan database yang akan digunakan oleh aplikasi tersebut berada pada container yang lain. Ketika menggunakan docker compose maka kita dapat menjalankan kedua container tersebut secara bersamaan dan bahkan kita dapat melakukan link ke container yang kita inginkan.

Langkah instalasi docker-compose :
1. sudo su – root
2. curl -L https://github.com/docker/compose/releases/download/1.19.0/docker-compose-`uname -s`-`uname -m` -o /usr/local/bin/docker-compose
3. chmod +x /usr/local/bin/docker-compose
4. chmod -R 777 /usr/local/bin/docker-compose
5. docker-compose -version, akan muncul :
docker-compose version 1.19.0, build 9e633ef
sampai sini docker-compose sudah siap digunakan.

Berikut contoh penggunaan docker-compose untuk installasi NGINX :

1. buat folder /docker/nginx dan cd /docker/nginx
2. nano docker-compose.yml :
— awal file —
 web:
  ports:
   - “8080:80”
  volumes:
  - ./www:/usr/share/nginx/html:rw
— akhir file —
3. jalankan file compose : docker-compose up -d
4. cek service yang dijalankan : docker-compose ps
5. akses ke laman web nginx menggunakan browser http:/ip_server_docker:8080/
6. letakan isi laman web pada folder /docker/nginx/www/

mudah sekali bukan?

perintah detail lain nya untuk docker maupun docker-compose dapat dilihat dengan menambahkan –help dibelakang command yang ingin diketahui, misal : docker –help atau docker-compose –help atau docker-compose up –help

selamat mencoba!

sumber :
https://rizkimufrizal.github.io/belajar-docker/
http://www.drupalindonesia.com/article/tutorial/konfigurasi-dasar-docker-sebagai-development-environment-untuk-drupal
http://www.dimasrio.com/2017/03/cara-menggunakan-docker-compose.html

Problem Koneksi PHP dan HTTPD di Centos7

Sore ini di telp om no, katanya error : “could not connect” ketika test.php yg berisi instruksi agar konek ke database postgresql dipanggil di browser, padahal biasanya manjur katanya 🙂

Masalah setelah cek httpd error.log :
Unable to connect to PostgreSQL server: could not connect to server: Permission denied\n\tIs the server running on host "localhost" and accepting\n\tTCP/IP connections on port 5432?

Server nya menggunakan Centos7 fresh install, lalu dilakukan checking dan ujicoba dengan langkah sebagai berikut :
1. non aktifkan firewalld / iptables.
2. cek configurasi postgresql di pg_hba.conf dan postgresql.conf, agar melalukan koneksi localhost atau 127.0.0.1

ternyata masih juga ‘could not connect’ ke database, dilanjutkan dengan langkah :

3. ujicoba mengakses test.php via lynx di localhost dan tetap tidak konek ke database.
4. lanjutkan ‘telnet localhost 5432’, berhasil! berarti port db 5432 sudah terbuka untuk diakses.
5. mencoba menjalankan php cli ‘php test.php’…eh, bisa!..berarti masalahnya ada di httpd nya ini..

ada suatu ketika httpd centos secara default tidak mau menerima koneksi selain dari dirinya sendiri (localhost atau 127.0.0.1) dan dapat diatasi dengan :

setsebool -P httpd_can_network_connect 1

dan coba akses kembali test.php di browser pc, dan taraaaa!..halaman tampil sesuai yang diharapkan.

selamat melanjutkan oprek2nya om no!…

(https://forums.phpfreaks.com/topic/64806-solved-could-not-connect-to-server-permission-denied/)

Mencoba instalasi aplikasi yang menggunakan validasi captcha images ketika login pada server web yang terinstall Kloxo-MR 7.0.0.c-2017091202, kesulitan nya adalah images captcha untuk memvalidasi kode login tidak muncul :

langkah pengecekan yang dilakukan :

  1. cek log error httpd dan php, aman!
  2. cek library php-gd yang dipersyaratkan, aman!
  3. cek db di tabel ‘captcha’ juga sudah berhasil dicreatekan kode validasi dan bisa digunakan untuk kode login (masa harus intip db tabel captcha dulu setiap user mau login?)
  4. iseng2 coba ubah dibagian ‘switch program’ nya kloxo dan mengubah web service dari NGINX ke LIGHTTPD, reload halaman web app…dan taraaaaa!…image showing correctly…

kira2 begitu lah catatannya hari ini..selamat melanjutkan aktifitas!

Konek ke SQL2000 dari PHP5 Linux

Request nya om danang – ponorogo agar dibuatkan tuts nya, biar gak lupa katanya…

tuts ini dimaksudkan agar php5 + apache2 yang terinstall pada os debian dapat mengakses database pada server windows yang menjalankan mssql2000 (umumnya digunakan oleh server simda).

1. persiapan : os debian7 fresh install sdh bisa menjalankan ssh dan apt-get update.
2. apt-get install php5-sybase php5-odbc freetds-common
3. edit file /etc/freetds/freetds.conf agar menjadi :

[sql2000]
host = 192.168.100.100
port = 1433
tds version = 7.0

4. skrip berikut dapat digunakan untuk mengecek apakah konfigurasi freetds dan koneksi ke server db sql2000 sudah berjalan dengan baik, buatlah file /var/www/testdb.php :

——–awal file———-
# <?php
# $server = ‘sql2000’;
# $username = ‘sa’;
# $password = ‘passwordnya_sa’;
# $database = ‘nama_database’;
# $connection = mssql_connect($server, $username, $password);
#
# if($connection != FALSE)
# {
# echo “Connected to the database server OK
“;
# }
# else
# {
# die(“Couldn’t connect”);
# }
#
# if(mssql_select_db($database, $connection))
# {
# echo “Selected $database ok
“;
# }
# else
# {
# die(‘Failed to select DB’);
# }
#
# $query_result = mssql_query(‘SELECT @@VERSION’);
# $row = mssql_fetch_array($query_result);
#
# if($row != FALSE)
# {
# echo “Version is {$row[0]}
“;
#}
# mssql_free_result($query_result);
# mssql_close($connection);
#
# ?>
—–akhir file————

5. ujicoba dengan mengakses file testdb.php melalui browser.

selamat mencoba..DWYOR!

(sumber : https://blog.thesysadmins.co.uk/ubuntu-server-connect-to-mssql-via-php.html)